Perbuatan manusia yang tidak bertanggungjawab seperti pembakaran hutan, penebangan liar dan pengeboman terumbu karang dapat merusak ekosistem. Perbuatan tersebut sekaligus membuat hewan dan tumbuhan terancam punah karena tidak mempunyai tempat tinggal yang layak.
Selain itu, perancangan perangkat keras yang lebih efisien dalam penggunaan energi dapat mengurangi konsumsi listrik dan emisi karbon yang dihasilkan oleh perangkat tersebut. Dengan demikian, teknologi komputer dapat membantu dalam mengurangi limbah elektronik dan merancang perangkat keras yang lebih berkelanjutan.
Tempat tenting yang terletak di Lembang juga memberikan kesempatan kepada para pengunjung untuk belajar mengenai ekosistem lokal dan memahami interaksi antara manusia dengan alam.
Teknologi komputer juga berperan dalam pendidikan dan kesadaran lingkungan. Melalui System on line dan perangkat lunak interaktif, informasi tentang pentingnya konservasi lingkungan dapat disebarkan dengan lebih luas dan efektektif.
Teknologi komputer dapat digunakan untuk mengolah information perilaku hewan yang dikumpulkan melalui penggunaan sensor dan kamera. Dengan menggunakan algoritma pengenalan pola dan pengolahan citra, kita dapat menganalisis pola perilaku hewan dan memahami interaksi mereka dengan lingkungan.
Berbeda dengan perusahaan dalam negeri yang masih jarang melakukan SIA, karena merasa secara emosional sudah menjadi bagian dari masyarakat, namun justru karena terlalu percaya diri tersebut ibarat api dalam sekam, muncul berbagai persoalan di kemudian hari.
Teknologi komputer juga memungkinkan pembuatan product simulasi yang kompleks untuk memahami dinamika lingkungan. Dengan menggunakan info yang dikumpulkan, para ilmuwan dapat membuat simulasi yang memperkirakan dampak dari perubahan iklim, polusi, dan aktivitas manusia lainnya terhadap ekosistem.
Menurutnya, terumbu karang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi warga setempat.
Dengan konservasi dapat mencegah hilangnya sumber daya alam yang dimanfaatkan untuk makanan, minuman, obat dan sebagainya.
Perusahaan yang peduli dan memiliki visi tanggung jawab sosial dan lingkungan pasti akan melakukan tahapan SIA (Social Impression Evaluation) atau kajian dampak sosial, sebelum menempati wilayah baru dan memulai operasional.
Simulasi ini dapat membantu kita memahami dinamika ekosistem dan bagaimana perubahan dalam satu spesies dapat berdampak pada spesies lainnya. Dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari simulasi ini, kita dapat merencanakan tindakan konservasi yang efektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Secara umum tidak hanya menguras sumber daya alam, tetapi juga modal manusia, modal sosial dan modal institusi ataupun lembaga terkait sebagai korbannya. Terkadang juga sebuah korporasi melakukan penelitian terhadap masyarakat dengan mengumpulkan informasi apapun yang dianggap penting kemudian mengiklankannya melalui media, seolah-olah tampak baik padahal tidak sesuai dengan apa yang terjadi, hal ini dilakukan semata-mata hanya untuk memperoleh pencitraan dan popularitas dari masyarakat luas.
Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa konsep Di Sini pembangunan berwawasan lingkungan adalah suatu upaya terencana dalam menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana guna meningkatkan kualitas hidup.
Tanpa mempedulikan eksistensi mahluk hidup lainnya, baik manusia, hewan, maupun tumbuhan, serta memandang dan menempatkan lingkungan hidup sebagai objek yang berkonotasi komoditi dan dapat dieksploitasi untuk tujuan dan kepentingan organisasi berupa “prioritas untung”.